INDONESIA DALAM KEKINIAN

•January 16, 2010 • Leave a Comment

Indonesia dewasa ini sudah sampai pada puncak krisis, krisis  ekonomi, krisis politik, krisis budaya, krisis moral dan krisis kecerdasan. Bangsa ini  masih belum mampu merumuskan masa depannya, dan terus menggantungkan diri pada pihak asing.  Persatuan dan  kesatuan bangsa sulit terbangun, perpecahan selalu terjadi dimana-mana. Sekalipun tiap kita menyanyikan lagu kebangsaan, kita terus berseru “ bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya “. Tetapi jiwa kolektif sulit terbangun, karena badannya sudah terbius paragmatisme dan kalah oleh arus zaman.

Dalam kemelut ini belum ada pemimpin yang mampu  membangun jwa bangsa secara kolektif . Belum muncul pemimpin yang mampu membangun kesadaran kolektif, untuk berlari mengejar ketertinggalan dengan motivasi dan keteladanan yang konrit. Yang ada di negeri ini hanya penguasa yang terus – menerus membesarkan badannya sendiri sambil sibuk membangun citra , karena disangka pilihan masyarakat  tergantung citra.Padahal citra itu kosong. Sebagai instrument boleh, tapi harus ada isinya. Kita tidak boleh  terpesona karena citra, citra dekat dengan dusta.

Kebenaran di negeri ini berwarna abu-abu dan bersifat relative.Realitas menawarkan wajah beragam.Benar dan salah bersembunyi dibalik lapisan-lapisan tafsir  yang bisa dikupas dari berbagai sudut pandang. Tiap tindakan menyimpan banyak sudut tafsir, sehingga penilaian benar – salah menjadi abu-abu. Bahkan yang salah dapat menjadi benar, karena otak mampu  merasionalisasi  semua hal . Suara hati tidak pernah   terdengar.

INDONESIA BANGSA YANG SULIT MAJU ?

•January 16, 2010 • Leave a Comment

Belanda menyebut bangsa ini sebagai bangsa yang lunak, Bung Karno mengharapkan bangsa ini jangan menjadi bangsa tempe. Bangsa Indonesia  berasal dari China, Arab, Eropa dan India yang melakukan silang budaya yang tidak selesai. Nama ‘ Indonesia “ sendiri tidak milik bangsa Indonesia, tetapi diberikan oleh seorang  ilmuan dalam kegiatan ilmiahnya. Nama Indonesia diberikan oleh James Logandiaman kata itu dimuatnya dalam jurnal para etnolog  “ The Indian  Archipelago  and Easthern Asia pada tahuan 1847.Logan melakukan penelitian terhadap suku-suku bangsa di  dikepulauan nusantara dan dia menemukan kesulitan untuk menyebut kan nama kepulauan ini, maka diusulkannya nama Indonesia untuk nama kepulauan ini.

Persilangan budaya yang belum selesai  menghasilkan karakter penduduk yang unik yang ditutupi oleh mitos-mitos , bangsa ramah, murah senyum dan suka gotong royong. Maka itu, founding father negeri ini sadar bahwa  langkah awal membangun negeri ini adalah  “National Kharakter Building “.

Menelisik sejarah, tahun 1908 muncul kesadaran national. Generasi Sumpah pemuda 1928 bergasil membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia  untuk bersatu yang  pada tahun 1945 mampu  memerdekakan diri dari penjajahan.

Setelah menjadi bangsa merdeka, apakah kebanggaan anak negeri ? Apakah bangsa Indonesia merasa   bangsa unggulan, seperti bangsa Jerman membanggakan ras Aria sebagai Deutch Uber Alles atau  bangsa Jepang yang mengaku anak dewa matahari?.

Bangsa Aria dan bangsa Jepang telah menunjukan diri sebagai  bangsa yang hebat. Jerman setelah kalah dalam PD I  mengalami depresif dengan beban keuangan yang sangat besar dan konflik politik iternal. Dalam situasi seperti itu, muncul  suatu gerakan  politik sangat keras, membentuk partai politik Nazi dibawah pimpinan Adolf Hitler. Dengan obsesi menguasai dunia dan Eropa, Nazi membawa bangsanya menjadi bangsa yang besar.

Bagaimana dengan bangsa Jepang ?   Jepang setelah mengalami kekalahan dalam PD dimana Hirosima dan Nagasaki djatuhi bom nuklir  oleh Amerika, bangsa Jepang hidup memprihatinkan karena hidup berdampingan denga radiasi nuklir. Tetapi kaisar Jepangwaktu itu  mulai  menghitung kekuatannya  untuk membangun bangsanya dengan menanyakan berapa jumlah guru yang tersisa.  Dengan sisa guru yang ada,  kembali Jepang membangun Negara  dari kejatuhan, dan hasilnya sama-sama kita pahami sekarang ini . Jepang menjadi kekuatan ekonomi dunia yang sangat berpengaruh.

Bagaimana dengan  Indonesia merdeka  ??.  Indonesia telah memilih negara kesatuan dengan pemerintah sebagai penyelenggara Negara. Bila diumpamakan pemerintah Indonesia merdeka bagai sebuah pesawat, pilot pertama yang mengemudikan pesawat , pesawat jatuh dan hancur. Pilot kedua, demikian pula. Giliran pilot ketiga keempat , juga turun  tanpa “ sucses story” .

Apakah yang salah ? Pesawatnyakah atau pilotnya ?

Bisakah Indonesia maju ?

diskriminasi hukum

•January 16, 2010 • Leave a Comment

DISKRIMINASI     HUKUM

Belanda pada zaman penjajahan dahulu, melakukan tidak saja politik adu domba, tetapi juga melakukan diskriminasi social yang sangat  tajam. Warga masyarakat dalam  Pemerintahan India Belanda ini (Indonesia)   dibagi dalam empat kelas . Warga kelas  satu adalah orang-orang  Eropah, warga kelas 2 adalah golongan  Indo,  Warga kelas tiga adalah  Golongan  Cina dan Arab, sedangkan golongan pribumi adalah warga kelas empat.

Golongan pribumi sebagai warga kelas empat mengalami diskriminasi  kolonial, mencakup bidang hukum, ekonomi,  social, agama dan kebudayaan. Di bidang hukum, diskriminasi dalam pemberian sanksi dan hukuman terhadap golongan pribumi  sangat keras dan kejam. Pesakitan golongan pribumi menerima hukuman yang sangat parah, yaitu dicebloskan ke dalam  penjara  bawah tanah yang  sangat rendah, sehingga sepanjang waktu pesakitan harus membungkuk sementara kaki dirantai  yang diujungnya terdapat bola besi yang besar. Sementara  pesakitan pribumi disiksa demikian parah, golongan lainnya mendapat hak-hak istimewa dipenjara   .

Diskriminasi kolonial terhadap bangsa ini di masa lalu menggugah kembali ingatan social,  ketika  media massa memberitakan bahwa ada nara pidana yang diperlakukan secara sangat istimewa dalam  sel nya.   Artalyta, penyuap Jaksa Urip Tri Gunawan yang ditahan di Rutan Pondok bambu, mendapat ruangan luas, (6×6 meter) dan dapat menikmati fasilitas mewah seperti orang-orang kaya di luar penjara.

Kenyataan objektif ini menyadarkan kita   bahwa  masih ada diskriminasi  hukum di negeri ini. Ketentuan hukum  sama untuk semua, tetapi pelaksanaannya masih ada  diskriminasi. Diskriminasi hukum dalam kasus Artalyta  memperlihatkan  paralelisme historis antara masa penjajahan dan masa merdeka sekarang ini.

Hukum adalah sendi moral, hukum tidak tegak, moralpun rusak. Bila masyarakat tidak percaya hukum,anarkhisme  merajalela.

Jakarta, 16 Januari 2010

Markus, makelar kasus

•December 19, 2009 • Leave a Comment

Prihatin, sungguh prihatin, penegakan hukum di negeri ini sungguh memprihatinkan. Yang kuat ( rakyat kelas atas ) dapat membeli hukum, yang lemah (rakyat kelas bawah) pasti kena hukum. Ibu Minah kena hukum hanya karena mencuri tiga buah cacao.Kenapa begini dan Siapa yang salah. Aktorkah atau sistem ?

Akhir-akhir ini penistaan terhadap institusi peradilan, terutama hakim sebagai bagian terpenting dari peradilan sering terjadi. Hal ini terjadi dimungkinkan karena masyarakat pesimis terhadap kemampuan peradilan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dalam penegakan hukum. Penyakit ketidakadilan yang mengidap pengadilan di Indonesia membuat masyarakat menjadi tidak percaya terhadap putusan pengadilan.

Pengadilan adalah sebuah institusi yang penting dan terhormat dalam proses penegakan hukum di Indonesia. Oleh karena itu institusi ini harus diisi oleh orang –orang yang terpercaya dan dapat menjamin tegaknya hukum. Mengingat masih kuatnya suap yang berjaya di lingkungan peradilan kita , seperti jual beli keputusan pengadilan yang dilakukan oleh Markus (makelar kasus) dan mengingat perilaku-perilaku oknum-oknum peradilan yang sering menyelewengkan hukum dan rasa keadilan masyarakat , maka diharapkan agar dalam mengisi institusi peradilan ini, orang-orangnya perlu diuji kompetensi dan kualitas moralnya sebagai penegak hukum.

Masalah hukum yang timbul dewasa ini dalam masyarakat sangat kompleks dan rumit, sehingga memeriksa dan menjatuhkan vonis perlu daya pikir yang kuat dan keteguhan hati pada keadilan. Dengan demikian, Sumber Daya Manusia yang mengisi institusi ini perlu terbimbing perilakunya dibawah payung pertanggungjawaban yuridis tanpa tergiur oleh pengaruh uang. Disamping itu, dituntut pula kompetensi yang andal untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum yang semakin kompleks dan rumit itu.

Sementara permasalahan hukum semakin kompleks dan rumit, sistem hukum kita, terutama hukum pidana masih kuno dan terpuruk. karena sistem hukum pidana baru yang sesuai dengan idealita dan realita belum sempat dibuat, sehingga produk hukum lama melanjutkan kebijaksanaan hukum Pemerintah Hindia Belanda terpaksa diberlakukan. KUHP merupakan Wetboek van Strafrecht produk hukum pidana pemerintahan kolonial Hindia Belanda.Sehingga akhirnya, penyelesaian masalah-masalah hukum yang komplek dan rumit itu, sulit berpedoman kepada KUHAP, maka penyelesaian kasus tergantung pada SUAP.

Tentulah , keinginan untuk mempunyai sebuah hukum pidana nasional telah lama menjadi obsesi bangsa ini. Keinginan yang obsesif itu, perlu dilandasi oleh suatu semangat atau keinginan memiliki sebuah hukum pidana yang dapat difungsikan dalam tatanan negara demokrasi. Semoga dalam penyusunan hukum pidana baru nanti, semangat Reformasi dijadikan landasan. Penyusunan hukum pidana baru harus diletakkan sebagai bagian dari proyek Reformasi saat ini.

Kehidupan spritual

•December 19, 2009 • Leave a Comment

Kehidupan spiritual manusia sedang terancam. Ancaman itu adalah : kemalasan dan Tirani.  Peradaban modern mengabdikan diri kepada kebahagiaan –kebahagiaan yang dangkal, dimana pemikiran-pemikiran dihapuskan.

Arus budaya teknologis sangat mempengaruhi cara hidup dan cara cara berpikir masyarakat. Layak dan tidak layak sesuatu hal  tidak jelas lagi ukurannya.

KEGIATAN MANUSIA : BERPIKIR DAN BERTINDAK

Ada dua orang filusuf yaitu Cicero dan demosthenes. Ketika Cicero berpidato orang mengelu-elukannya “ pidato yang hebat “. Tetapi ketika Demosthenes berpidato “ Mari kita berbaris, maka orangpun berbaris. “ .

Tindakan lebih agung dari ritorika

Jangan hanya ritorika, jangan terfokus menjaga citra, karena dapat jatuh kepada dusta.

orang yang sangat jaim ,Idealisme dihancurkan, moral ditabrak dan menjadi pembohong besar.

KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR

•July 25, 2009 • 4 Comments

Apapun yang terjadi dalam hidup ini, hidup itu harus tetap dijalani. Untuk mencapai sukses dalam hidup, maka perlu dicari kekuatan diri. Kekuatan itu dapat dicari dalam diri, yaitu kekuatan pribadi. Kesadaran pribadi yang hebat akan membantu kita untuk menyadari jati diri. Kita akan mengenal kekuatan yang ada dalam diri kita.
Perubahan wawasan merupakan evolusi yang sangat berarti dialami umat manusia, sehingga kita memerlukan informasi untuk menembus kekuatan dalam diri kita. Dalam dasawarsa terakhir ini banyak dilakukan penelitian di bidang pendidikan terutama di bidang otak, sehingga ditemukan kekuatan pikiran bawah sadar untuk mengatasi berbagai problem diri, seperti sakit, susah belajar, depresi dan lain-lain. Sehubungan dengan itu, banyak dilakukan kursus-kursus kesadaran diri, dan pengendalian kekuatan pribadi untuk mencapai sukses dalam hidup. Dengan kekuatan pribadi, Kita mampu membatasi masalah yang tidak diperlukan yang berasal dari keyakinan, siasat dan fisiologi yang tidak efektif.

Data ilmiah tentang otak menyebutkan bahwa :
Pikiran manusia terdiri dari :
1. Pikiran sadar
2. Pikiran tidak sadar atau bawah sadar
Pikiran sadar hanya bekerja 12 % saja dari kerja otak, sedangkan pikiran bawah sadar bekerja 88 %.

Jenis Gelombang otak manusia terdiri dari :
1. Gelombang delta
2. Gelombang theta
3. Gelombang alpha
4. Gelombang Beta

Delta keadaan dimana kita sedang tidur nyenyak, tidak bermimpi. Gelombang otak berputar 0,5 sampai dengan 3,5 putaran perdetik. Dalam keadaan delta ini terjadi keadaan penyembuhan dan peremajaan sel-sel tubuh.

Theta keadaan dimana pikiran menjadi kreatif dan inspiratif . Keadaan Theta berberlangsung pada gelombang otak dengan putaran 3,5 sampai dengan 7 putaran perdetik. Pada saat ini kreativitas yang sesungguhnya dapat muncul yang disebut dengan suggestive yang tinggi dan terjadi keadaan penyembuhan yang hebat. Kegiatan semedi memposisikan kita pada keadaan theta. Maka itu, para semediwan melakukan semedi 23 jam sehari agar dia tetap berada dalam keadaan theta.

Alpha adalah keadaan dimana putaran gelombang otak berputar 7 sampai dengan 13 putaran perdetik. Keadaan ini adalah keadaan rileks ( keadaan tanpa tekanan) dan dalam posisi ini kita dapat membuka kekuatan bawah sadar secara efektif. Dalam keadaan alpha kosentrasi kita terpusat pada satu hal, karena pikiran kita hanya dapat focus pada satu hal. Pada keadaan alpha pikiran kita terbuka menuju pikiran bawah sadar yang banyaknya 88 persen dari seluruh pikiran kita. Pada keadaan aplha ini kita dapat belajar, membaca, menanamkan pikiran dan memperbaiki citra diri.

Betha keadaan dimana pikiran kita terarah pada lebih dari satu hal pada waktu bersamaan. Keadaan betha adalah kondisi bergerak. Gelombang otak kita berputar 13 sampai dengan 28 putaran detik. Keadaan betha ini adalah keadaan yan sangat kuat sekali, dimana kita terjaga dan perhatian kita terbagi untuk berbagai hal.Betha adalah keadaan dimana kita bersikap logis, analitis dan merupakan keadaan aktif. Disini muncul kecemasan, ketakutan dan keselamatan. Keadaan betha adalah keadaan stress.
Berdasarkan penemuan tentang kerja otak maka ditemukan
Accelarated learnig ( belajar kilat )
Pada zaman yang telah lewat ( era industry) pendidikan terarah kepada cara belajar dengan penyerapan yang intensif melalui auditori (mendengar) , visual
( melihat) atau kinestetik (mengalami). Sekarang dalam era informasi cara pendidikan harus dirobah dengan cara accelerated learning yang menggunakan teknik NLP (NEURO LINGUISTIC PROGRAMMING).

Dewasa ini kita hidup dalam era informasi . Dalam era informasi, komunikasi merupakan hal penting. Dalam budaya komunikasi ide – ide baru dan pergeseran konsep-konsep kehidupan mengubah dunia hampir setiap hari. Aliran informasi sangat padat sehingga menimbulkan berbagai perubahan. Untuk itu perlu cara belajar kilat (accelerated learning).
Accelarated learning melibatkan semua bagian otak manusia, seperti pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, sistim limbic dan gelombang energy otak. Gerakan accelerated learning menggunaka aspek emosi yang diatur oleh system limbic.Dengan menggunakan accelerated- learning dalam membaca ( metode accelerated reading ), mengetik dan lain-lainnya, kita dapat bekerja lebih cepat (membaca 750 kata permenit dan mengetik 45 kata permenit).

Salah satu kunci dalam accelerated learning adalah relaksasi yaitu keadaan tanpa stress. Accelarated learning menggunakan relaksasi dan kekuatan pikiran bawah sadar. Kini ditemukan penggunaan pikiran bawah sadar untuk kemajuan hidup. Pikiran bawah sadar hanya dapat digunakan secara efektif bila kita dalam keadaan rileks .

Daya kerja otak dapat terus ditingkatkan.. Otak merupakan satu-satunya organ manusia yang terus berkembang, asalkan terus diaktifkan. Otak yang kita gunakan baru 4 – 5 persen saja. Sedangkan si jenius menggunakan otaknya hanya 5 sampai 6 persen saja. Untuk apa sisa otak itu? Daya kerja otak dapat ditingkatkan dengan cara accelerated learning.

Otak manusia terdiri dari 2 bagian : Otak kiri dan otak kanan. Otak kiri otak analitis dan otak kanan otak kreatif. Otak kiri menyimpan hal-hal yang pasti (keyakinan) sedangkan otak kanan menyimpan hal-hal yang tidak pasti. Andai kita dapat menggunakan kedua bagian otak itu dengan baik, berarti kita menggunakan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, sehingga kita dapat meningkatkan daya kerja otak kita.Bagaimana menjalankan otak secara efektif. Ini perlu dipelajari.

Awas !! Orang-orang tidak kompeten, bodoh dan tidak bermoral akan memimpin negeri ini

•April 7, 2009 • Leave a Comment

Menjelang Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2009 ini, terjadi ” tsunami” informasi tentang masing-masing calon. Reklame-reklame politik bertebaran, selebaran, wawancara dan debat politik hingga penerbitan buku tebal yang menggambarkan karir, prestasi, watak dan harapan masing-masing tokoh merupakan santapan masyarakat setiap hari. Ada yang menepuk dada menceritakan pengalaman dan jasa-jasa sepanjang karirnya dan ada pula yang memperlihatkan bahwa mereka telah siap dengan kebijakan –kebijakan yang matang untuk memperbaiki kehidupan bangsa dan negara.

Memahami fenomena ini, patut dipertanyakan apakah tokoh-tokoh yang telah mengumbar janji – janji ini telah mengkaji masalah negara dan bangsa secara mendasar. Dimana sesungguhnya kerusakan bangsa dan negara ini, maka sulit maju dan berkembang dan tetap tinggal sebagai negara terbelakang yang banyak utang.

Akar masalah dinegeri ini adalah di bidang budaya. Ya semua masalah di negeri ini berakar dari kerusakan budaya. Kerusakan budaya telah terjadi selama 30 tahun pemerintahan ORBA. Ideologi pembangunan telah membawa malapetaka bagi bangsa Indonesia.Demi pembangunan, pemerintah Orde Baru telah menghancurkan semua institusi-institusi hukum, politik dan institusi lainnya yang independen agar dapat berkuasa tanpa kesulitan. Parahnya kerusakan budaya bangsa Indonesia tidak dapat dibenahi dalam waktu singkat.

Dalam era Reformasi ditumbuhkan budaya demokrasi. Budaya demokrasi adalah ruh demokrasi. Bila demokrasi berjalan tanpa ruh (spritualitas), maka demokrasi akan berkembang liar dan akan memangsa dirinya sendiri. Menurut Sokrates, Pemerintahan oleh rakyat memberi kemungkinan negara diatur oleh orang-orang yang tidak kompeten, orang-orang bodoh dan tidak bermoral. Siapa yang naik panggung tanpa persiapan akan turun tanpa penghormatan.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang diperlukan bangsa ini ?, ya reformasi budaya. Reformasi budaya diperlukan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan baru. Nilai-nilai lama harus dirubah dan nilai-nilai baru harus segera ditetapkan. Nilai-nilai yang diperlukan dewasa ini diantaranya adalah nilai kecepatan dan nilai sosial yang harmonis.

Dunia sekarang telah berubah. Pasar telah berubah. Strategi kita dalam menyikapinya harus pula berubah. Reformasi budaya adalah sebuah predicament yang menuntut kesabaran dan ketabahan untuk menghadapi banyak hal-hal yang tidak diperkirakan sebelumnya.Reformasi budaya memerlukan “ synergic effect” antara berbagai elemen masyarakat.

Reformasi budaya bukanlah sebuah teori yang linier atau sebuah resep baku, tetapi drama kehidupan yang banyak memberikan ketakutan dan sekaligus harapan. Bila ketakutan dapat dikendalikan maka ketakutan itu akan berubah menjadi sebuah enerji yang membangkitkan kehidupan yang disebut mukjizat.

KEJAHATAN KARTU KREDIT

•April 7, 2009 • 1 Comment

Di Indonesia sejak dua dekade terakhir ini, penggunaan Kartu Kredit sudah mulai populer. Ada Kartu Kredit Bank Central Asia ( BCA ) , Dinner’s Club, City Bank, Bank Internasional Indonesia (BII) dan lain-lain. Melihat kecendrungannya, perkembangan Kartu Kredit ke depan akan makin meningkat. Kartu Kredit merupakan sebuah gaya hidup dan bagian dari komunitas untuk dapat dikategorikan moderen. Kartu Kredit dapat mengatur pola hidup menjadi lebih efisien, namun dapat pula menjurus kea rah konsumtif.
Kartu kredit merupakan salah satu bentuk usaha jasa Bank dalam perekonomian moderen yang menawarkan berbagai kemudahan kepada pelanggannya, kartu kredit lebih praktis, ringan, luwes dan ringkas. Institusi keuangan ini, kini berlomba untuk menawarkan Kartu Kredit kepada masyarakat karena memberikan keuntungan yang sangat besar bagi perusahaan.Dewasa ini, transaksi dengan menggunakan Kartu Kredit sudah berlangsung secara intensif walaupun tidak menggeser penggunaan uang cash. Dilihat dari segi keamanan , penggunaan Kartu Kredit memang lebih aman, karena orang tidak perlu membawa uang kontan, kemana dia pergi. Membawa uang kontan lebih beresiko dan tidak aman, bila terjadi tindak kejahatan sulit melacaknya. Disamping itu, penggunaan Kartu Kredit juga dapat menghindari manipulasi cek, (cek kosong), penodongan dan kejahatan lainnya.
Di kalangan masyarakat berpenghasilan menengah, Kartu Kredit dijadikan sebagai sumber utang yang mudah diperoleh. Para pengguna hanya perlu membuat permohonan atau penawaran dan bisa berbelanja sekehendak hati selagi tidak melebihi batas nominal yang ditetapkan.
Dibalik kemudahan yang diberikan Kartu Kredit, kejahatan kartu kredit memperlihatkan pula wajah yang beragam. Sering kita mendengar dan membaca di media massa bahwa banyak terjadi penyalahgunaan Kartu Kredit, sehingga merugikan bank penerbit Kartu Kredit dan pemegang kartu kredit. Modus operandi kejahatan Kartu Kredit sangat luas dan banyak pintunya, seperti pencurian atau pemalsuan kartu kredit, hingga sampai dalam bentuk yang tercanggih dewasa ini, yaitu dengan cara menggunakan alat yang disebut skimmer , yakni melakukan pencurian data nasabah.
Sering kali terdengar tentang kejahatan yang menggunakan Kartu Kredit atau pemalsuan Kartu Kredit dengan berbagai cara seperti Kartu Kredit yang hilang (lost/stolen card), Kartu Kredit palsu (counterfeit card) mengubah Kartu Kredit dengan Kartu putih (white plastic). Ada pula kejahatan penggunaan kartu kredit via internet dan ada juga kejahatan yang dilakukan dalam peredaran kartu kredit. Semua kejahatan ini membuat kartu kredit sebagai salah satu usaha Bank dalam perekonomian moderen memiliki dampak negative yang merugikan masyarakat.
Penggunaan Kartu Kredit di Indonesia meningkat terus, apalagi pada waktu hari libur nasional seperti lebaran, Natal, dan Tahun Baru biasanya ikut menaikkan frekuensi transaksi kartu kredit sampai 30 persen dibandingkan dengan hari normal. Jumlah pemegang Kartu Kredit tumbuh secara signifikan setiap tahun dan Bank – Bank penerbit kartu kredit berlomba untuk menarik nasabah.
Di tengah kancah persaingan yang menguras energi, para penerbit kartu kredit masih menghadapi musuh bersama yaitu kejahatan kartu kredit. Yang dirugikan di sini tak hanya nasabah yang kartu kreditnya dibobol tetapi juga bank penerbit kartu kredit,kredibilitas bank penerbit kartu kredit dipertaruhkan. Disamping itu, kejahatan Kartu Kredit bukan hanya mengancam industri Kartu Kredit itu sendiri tetapi juga industri lain, seperti pariwisata. Tingginya tingkat kejahatan Kartu Kredit dapat membuat banyak pihak takut menggunakan Kartu Kredit mereka di Indonesia. Hal ini akan mengurangi pendapatan devisa negara.
Kejahatan Kartu Kredit terus meningkat sulit diungkap, karena modus operandi penjahatnya semakin canggih. Pengakuan seorang mantan pelaku kejahatan Kartu Kredit yang disebut carder di Televisi beberapa waktu yang lalu cukup mengagetkan. Seorang lelaki muda asal kota gudeg yang wajahnya disamarkan mengaku beberapa kali berhasil memesan barang-barang mewah mulai dari laptop, kamera digital sampai kendaraan roda empat dari berbagai toko maya di luar negeri tanpa beranjak dari layar monitor kusam di sebuah warung internet yang terletak di gang sempit. Dengan hanya bermodalkan secarik kertas berisikan beberapa nomor kartu Kredit milik orang yang didapat dari seseorang kenalannya di mailing list (milis), ia melakukan aksinya. Selanjutnya, dengan lancar ia pun membeberkan modus operandinya itu termasuk kerja samanya dengan oknum kurir dan aparat kepolisian untuk memperlancar proses pengiriman barang.
Kejahatan Kartu Kredit di Indonesia cenderung meningkat, bahkan sudah sampai pada tahap yang mencemaskan. Mengikuti informasi di berbagai media terlihat bahwa sudah banyak korban atau konsumen yang mengalami kerugian terhadap kejahatan tersebut . Berdasarkan data dari internet tercatat bahwa dari sekitar 5,5 juta pemegang kartu kredit di Indonesia (data tahun 2004) dengan nilai transaksi Rp37,6 triliun, kerugian yang dialami konsumen terhadap penjebolan kartu kredit tersebut mencapai Rp 40 miliar, dan angka tersebut meningkat setiap tahunnya. Sehubungan dengan itu, kejahatan kartu kredit sudah perlu mendapat perhatian hukum agar tidak mengancam industri Kartu Kredit itu sendiri dan juga industri lain, seperti pariwisata. Tingginya tingkat kejahatan Kartu Kredit dapat membuat banyak pihak takut menggunakan Kartu Kredit mereka di Indonesia. Hal ini akan mengurangi pendapatan devisa negara.

HATI NURANI BICARA

•April 7, 2009 • 1 Comment

Dewasa ini semua berubah. Alam berubah dan nilai-nilai berubah. Kebenaran menjadi abu-abu dan bersifat relatif. Kenyataan menawarkan wajah yang beragam. Benar dan salah tersembunyi dibalik lapisan-lapisan tafsir yang bisa dikupas dari berbagai sudut pandang. Akhirnya tindakan kita hanya dapat dihakimi oleh HATI NURANI .
Kini manusia mengalami disorientasi nilai, karena banyak nilai-nilai yang ditawarkan baik oleh Liberalisme maupun gaya hidup moderen, yaitu kapitalisasi kehidupan dan moneterisasi moral. Dalam disorientasi itu, bertanya HATI NURANI, dan dalam kapitalisasi kehidupan dan moneterisasi moral, HATI NURANI harus bicara !.
Manusia selalu berperang dengan sesamanya dan dengan dirinya. Saat masalah sudah demikian kompleks, pengadilan terakhir ada pada HATI NURANI. Bila hati nurani masih jujur, kita akan dibimbing ke jalan yang lurus. Tetapi bila hati nurani sudah mati, maka kita akan disetir oleh nafsu yang sangat pintar berkelit dan bersembunyi dibalik dalih-dalih.
Negeri kita kini seperti tidak berdaya. Rakyatnya rawan Bencana. Pengangguran dan kemiskinan merajalela. Banyak rakyat putus asa dan menjadi gila atau bahkan bunuh diri. Jutaan anak tidak mampu sekolah dan kurang gizi. Dana negara banyak yang dikorupsi. Para perempuan terpaksa mengadu nasib di negeri orang menjadi TKI dengan penuh derita dan sakit hati. Maka kini sudah saatnya menggunakan HATI NURANI dalam mengurus negeri. Dengan hati nurani berbagai kecurangan, ketidakjujuran dan keserakahan dapat diakhiri.

KEBANGKITAN PEREMPUAN DALAM POLITIK

•June 13, 2008 • 1 Comment

Tahun 2008 ini merupakan tahun kebangkitan perempuan Indonesia di bidang politik. Dan tahun ini merupakan tonggak sejarah perempuan dalam politik, karena di awal tahun 2008 ini DPR-RI telah merumuskan dua Undang-Undang di bidang politik yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tentang Partai Politik dan Undang-Undang Nomor 10 Tentang Pemilu. Dalam kedua Undang-Undang ini digariskan dengan jelas dan tegas mengenai 30 % keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik dan legislative.30 % keterwakilan perempuan dalam politik telah menjadi ketentuan hukum. Ketentuan undang-undang di atas akan berimplikasi terhadap keikutsertaan perempuan dalam menentukan setiap kebijakan dalam partai politik dimana dia duduk sebagai pengurus partai , termasuk dalam penyusunan daftar caleg untuk pemilu 2009.


Untuk merealisasikan ketentuan undang-undang diatas dituntut tidak saja kesadaran jender dari semua pihak dalam partai politik, tetapi keberanian perempuan untuk menangkap peluang dan mencari dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dalam partai.. Disamping itu, membangun kesatuan langkah dan strategi dari kelompok perempuan untuk memperkuat basis dalam masyarakat adalah hal yang penting pula dilakukan. Perempuan harus mampu memberikan kesadaran pada pemilih dalam Pemilu akan kekuatan dari memilih. Menggunakan hak pilih dalam Pemilu berarti memberikan partisipasi penuh dalam demokrasi kita. Perempuan harus mampu mengajak Pemilih untuk melaksanakan Hak Pilihnya.


Keterwakilan perempuan yang signifikan di legislative akan dapat meningkatkan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingannya, terutama masalah yang dihadapi perempuan dan anak-anak yang merupakan lebih dari separoh jumlah penduduk Indonesia. Tertanganinya masalah yang dihadapi perempuan dan anak-anak berarti meningkatnya kualitas hidup bangsa dan kesejahteraan masyarakat.


Bila keterwakilan Perempuan di legislative signifikan, maka perempuan dapat berperan dalam menjalankan fungsi legislasi (membuat undang-undang) , penetapan APBN dan fungsi Pengawasan. Dalam bidang legislasi anggota perempuan legislative pasti sangat peduli terhadap ketentuan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan perempuan, baik di bidang ekonomi, kesehatan , pendidikan dan perlindungan terhadap perempuan. . Dalam penetapan APBN anggota perempuan legislative dapat mengalokasikan anggaran Negara dengan konsep pengarusutamaan jender dan di bidang Pengawasan, anggota perempuan legislative dapat melakukan pengawasan secara sungguh-sungguh terlaksananya undang-undang yang telah diterbitkan.