Kekerasan terhadap perempuan

 Undang –Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) telah lama diundangkan, namun  akar-akar kekerasan terhadap perempuan  masih kelihatan tumbuh. Kekerasan dalam rumah tangga seperti pemukulan suami terhadap isteri,pemaksaan poligami, inses dan lain-lainnya masih saja berlangsung. Sementara institusi-institusi masyarakat maupun negara masih ada yang bias gender, sehingga sosialisasi undang-undang ini belum meluas dan penanganan terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga ini belum sebagaimana mestinya. 

        Sebagai manusia, perempuan mendambakan perlakuan adil dari sesamanya serta terbebas dari perlakuan kekerasan oleh siapapun. Eksistensi perempuan memerlukan  pengakuan, penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasinya, karena kekerasan berbasis gender  seperti perkosaan, kekerasan domestik, pelecehan seksual dan pembunuhan adalah masalah serius yang dihadapi perempuan . 

           Kekerasan terhadap perempuan  merupakan fenomena yang gampang dilihat dan dibaca. Kekerasan terhadap perempuan seringkali tidak terlihat, karena tertutup oleh berbagai faktor, seperti faktor ideologi, politik, ekonomi dan budaya. Karena itu dapat dikatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan kepanjangan alamiah  dari tata nilai patriarkhi yang memandang perempuan sebagai subordinat laki-laki.

       Dari berbagai kajian tentang perempuan, terlihat   bahwa kaum perempuan  sudah lama  mengalami kekerasan dalam segala bidang  kehidupan  . Berbagai bentuk  kekerasan terhadap perempuan telah memperburuk kondisi kehidupan  perempuan dan menghambat kemajuan perempuan. Bermacam usaha telah lama diperjuangkan  untuk melindungi  perempuan dari tindak kekerasan,  namun ewasa ini hasilnya belum signifikan.

 

2 thoughts on “Kekerasan terhadap perempuan

  1. Mulailah dengan memperlakukan anak perempuan sepadan dengan bagaimana anda memperlakukan anak laki-lakimu.

    Fahry,
    Ya betul. kesadaran gender harus ditanamkan sejak dini pada masyarakat dengan memberikan pemikiran rasional apa urgensinya perempuan berdaya guna dalam kehidupan. Bila perempuan kuat dalam sebuah komunitas akan membuat komunitas itu berkualitas dan lebih cepat menerima berbagai perubahan dan informasi.

    ayo kita mulai menyadari perlunya koeksisitensi laki n perempuan dalam hidup ini.
    salam perempuan.

  2. Saya tau saudara saya mengalami kdrt -yg tergolong berat, tapi yg bersangkutang tidak ingin melapor k polisi. Bagaimana caranya saya bisa menolongnya?

    Ine,

    sadarkan itu saudara agar mau membuka hati untuk berbagi duka dengan orang lain dan kemudian cari solusi melalui jalur-jalur yang ada.Untuk apa hidup berputih mata dan bila mati akan berputih tulang. Perempuan sekarang harus punya martabat, tak hendak ditaroh dibawah kaki.

    salam perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s