INDONESIA BANGSA YANG SULIT MAJU ?

Belanda menyebut bangsa ini sebagai bangsa yang lunak.  Bung Karno mengharapkan bangsa ini jangan menjadi bangsa tempe. Ada yang mengatakan bahwa Bangsa Indonesia yang  berasal dari China, Arab, Eropa dan India  melakukan silang budaya yang tidak selesai, sehingga karakter bangsa menjadi tidak jelas.  Nama ” Indonesia “ sendiri tidak milik bangsa Indonesia, tetapi diberikan oleh seorang  ilmuan dalam kegiatan ilmiahnya. Nama Indonesia diberikan oleh James Logan, dimana kata itu dimuatnya dalam jurnal para etnolog  “ The Indian  Archipelago  and Easthern Asia pada tahuan 1847.Logan melakukan penelitian terhadap suku-suku bangsa di  dikepulauan nusantara dan dia menemukan kesulitan untuk menyebut kan nama kepulauan ini, maka diusulkannya nama Indonesia untuk nama kepulauan ini.

Persilangan budaya yang belum selesai  menghasilkan karakter penduduk yang unik yang ditutupi oleh mitos-mitos , bangsa ramah, murah senyum dan suka gotong royong. Maka itu, founding father negeri ini sadar bahwa  langkah awal membangun negeri ini adalah  “National Kharakter Building “.

Menelisik sejarah, tahun 1908 muncul kesadaran national. Generasi Sumpah pemuda 1928 berhasil membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia  untuk bersatu yang  pada tahun 1945 mampu  memerdekakan diri dari penjajahan.

Setelah menjadi bangsa merdeka, apakah kebanggaan anak negeri ? Apakah bangsa Indonesia merasa   bangsa unggulan, seperti bangsa Jerman membanggakan ras Aria sebagai Deutch Uber Alles atau  bangsa Jepang yang mengaku anak dewa matahari?.

Bangsa Aria dan bangsa Jepang telah menunjukan diri sebagai  bangsa yang hebat. Jerman setelah kalah dalam PD I  mengalami depresif dengan beban keuangan yang sangat besar dan konflik politik internal. Dalam situasi seperti itu, muncul  suatu gerakan  politik sangat keras, membentuk partai politik Nazi dibawah pimpinan Adolf Hitler. Dengan obsesi menguasai dunia dan Eropa, Nazi membawa bangsanya menjadi bangsa yang besar.

Bagaimana dengan bangsa Jepang ?   Jepang setelah mengalami kekalahan dalam PD dimana Hirosima dan Nagasaki djatuhi bom nuklir  oleh Amerika, bangsa Jepang hidup memprihatinkan karena hidup berdampingan dengan radiasi nuklir. Tetapi kaisar Jepang waktu itu  mulai  menghitung kekuatannya  untuk membangun bangsanya dengan menanyakan berapa jumlah guru yang tersisa.  Dengan sisa guru yang ada,  kembali Jepang membangun Negara  dari kejatuhan, dan hasilnya sama-sama kita pahami sekarang ini . Jepang menjadi kekuatan ekonomi dunia yang sangat berpengaruh.

Bagaimana dengan  Indonesia merdeka  ??.  Indonesia telah memilih negara kesatuan dengan pemerintah sebagai penyelenggara Negara. Bila diumpamakan pemerintah Indonesia merdeka bagai sebuah pesawat, pilot pertama yang mengemudikan pesawat , pesawat jatuh dan hancur. Pilot kedua, demikian pula. Giliran pilot ketiga keempat , juga turun  tanpa “ sucses story” .

Apakah yang salah ? Pesawatnyakah atau pilotnya ?

Bisakah Indonesia maju ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s