INDONESIA DALAM KEKINIAN

Indonesia dewasa ini sudah sampai pada puncak krisis, krisis  ekonomi, krisis politik, krisis budaya, krisis moral dan krisis kecerdasan. Bangsa ini  masih belum mampu merumuskan masa depannya, dan terus menggantungkan diri pada pihak asing.  Persatuan dan  kesatuan bangsa sulit terbangun, perpecahan selalu terjadi dimana-mana. Sekalipun tiap kita menyanyikan lagu kebangsaan, kita terus berseru “ bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya “. Tetapi jiwa kolektif sulit terbangun, karena badannya sudah terbius paragmatisme dan kalah oleh arus zaman.

Dalam kemelut ini belum ada pemimpin yang mampu  membangun jwa bangsa secara kolektif . Belum muncul pemimpin yang mampu membangun kesadaran kolektif, untuk berlari mengejar ketertinggalan dengan motivasi dan keteladanan yang konrit. Yang ada di negeri ini hanya penguasa yang terus – menerus membesarkan badannya sendiri sambil sibuk membangun citra , karena disangka pilihan masyarakat  tergantung citra.Padahal citra itu kosong. Sebagai instrument boleh, tapi harus ada isinya. Kita tidak boleh  terpesona karena citra, citra dekat dengan dusta.

Kebenaran di negeri ini berwarna abu-abu dan bersifat relative.Realitas menawarkan wajah beragam.Benar dan salah bersembunyi dibalik lapisan-lapisan tafsir  yang bisa dikupas dari berbagai sudut pandang. Tiap tindakan menyimpan banyak sudut tafsir, sehingga penilaian benar – salah menjadi abu-abu. Bahkan yang salah dapat menjadi benar, karena otak mampu  merasionalisasi  semua hal . Suara hati tidak pernah   terdengar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s