INI BUKAN SIKAP PESIMIS TAPI REALISTIS

Kemiskinan merupakan masalah besar  yang menimpa bangsa ini.  Berakar dari kemiskinan  muncul masalah-masalah lain yang memprihatinkan, seperti kelaparan, kurang gizi, kematian bayi,  pelacuran dan perdagangan manusia. Karena kesulitan ekonomi ada yang melacurkan diri dan ada memerdagangkan manusia.

Kesulitan secara ekonomi telah dialami oleh rakyat Indonesia sejak zaman penjajahan. Kemiskinan rakyat pada zaman ini disebabkan oleh perbudakan moderen  dan sistim kolonialisme yang menjadi alat kapitalisme. Jelaslah, dengan sistem ini, penjajah Belanda tidak mau memberikan daulat ekonomi kepada bangsa Indonesia.

Sekarang setelah lebih setengah  abad Indonesia merdeka, rakyat Indonesia   masih hidup miskin. Kemiskinan yang ada sekarang memang berbeda dengan kemiskinan yang dulu.  Kemiskinan saat ini lebih maju, karena kemiskinan di Indonesia  berhasil diorganisir dan tercatat secara tertib oleh BPS dan World Bank, sehingga masyarakat miskin dapat dikategorikan sebagai orang miskin, setengah miskin dan hampir miskin.

Untuk menghapus kemiskinan yang diderita rakyat, waktu  zaman pergerakan kemerdekaan,  HOS. Tjokroaminoto seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia menyerukan agar membangun  kemandirian ekonomi di kalangan kebangsaan dan jangan semuanya terlibat dalam wacana ideologi dan politik pergerakan. . HOS Tjokroaminoto berpandangan bahwa tidak akan ada kedaulatan politik bila tidak ada kedaulatan ekonomi. Maka itu Tjokroaminoto menggagas pembangunan ekonomi bangsa dengan mendirikan Syarikat Dagang Islam (SDI).

Sampai saat ini   masyarakat Indonesia belum juga terlepas dari kesulitan ekonomi. Ada yang mengatakan bahwa karena  salah urus ekonomi nasional di masa lalu ( era Orba), maka  puncak kesulitan ekonomi itu adalah apa yang kita dialami sekarang.   Bantuan Luar Negeri yang pernah diterima kini jadi beban. Sejak tahun 1986 Indonesia banyak utang, gali lobang tutup lobang.

Melihat kondisi Indonesia, kemiskinan tampaknya sulit dihapuskan.  Perekonomian nasional sekarang ini buruk dan tidak jelas. Bangsa ini entah mau dibawa kemana. Kita tidak punya kedaulatan pangan sehingga mudah dikuasai. Kita tidak punya kedaulatan energi dan  kedaulatan keuangan bahkan kita tidak punya  kedaulatan kebudayaan.

Ini bukan sikap pesimis, tetapi realistis.Kini kita dihadapkan lagi pada tantangan zaman yang makin kompleks.Perdagangan bebas melalui ( C-AFTA)  sangat membuat kita cemas. Mari kenyataan ini disadari bersama, agar diperoleh solusi yang jitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s