perlu pendekatan psikologis dan ideologis untuk meningkatkan ketahanan pribadi

Kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang religius dengan nilai-nilai ketimuran yang luhur, kini sedang mengalami degradasi moral. Berbagai fenomena yang hadir didepan kita membuat kita prihatin terhadap moralitas bangsa. Intoleransi dan tindak kekerasan sering terjadi di berbagai tempat. Hukum telah menjadi komoditas sehingga menghilangkan rasa keadilan masyarakat. Praktek ekonomi tidak untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, tapi lebih mempertinggi ketimpangan social dan   menyuburkan hawa nafsu. Ketidakpercayaan kepada  para pemimpin sudah sampai pada titik  yang mencemaskan.   Moralitas sudah tercabih-cabik.

Bila kita simak lebih lanjut  kondisi bangsa kita saat ini, khususnya setelah runtuhnya kekuasaan Orba, krisis multidimensional yang berkepanjangan telah melahirkan konsekwensi yang berat, yaitu terkoyaknya dua aspek kehidupan bangsa : kesejahteraan dan keamanan yang merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional. Dari hari ke hari kondisi bangsa  semakin terpuruk, baik secara ekonomi, politik dan keamananan. Kondisi ini  tidak saja telah  membuat hidup tidak nyaman, tapi telah melahirkan konflik-konflik social di berbagai daerah.

Kondisi bangsa yang memprihatinkan ini sudah patut mendapatkan obatnya .  Untuk menemukan obatnya, kita harus menyelami ke dalam diri manusia dan dunia.  Dunia sekarang ini sedang mengalami turbulensi . Kemajuan teknologi benar-benar telah menggeser berbagai nilai yang selama ini menjadi anutan, bahkan nilai-nilai kemanusiaanpun mengalami krisis global. Dunia sedang berubah, dan perubahan melahirkan kekacauan.   Dalam kondisi krisis ini bila ketahanan pribadi lemah,  maka berbagai bentuk penyimpangan nilai, norma dan hukum  tidak terkendali.

Melemahnya Ketahanan  Pribadi ditandai dengan terjadinya anomali.-anomali. Seperti apa yang dikemukakan Thomas Khun.( 1962), anomali terjadi apabila nilai dan institusi yang ada tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan manusianya. Hal ini mengisyaratkan perlu perubahan paradigma kehidupan.

Dewasa ini hampir setiap orang merasa gamang, karena  hidup dalam ketidakpastian.Berbagai fenomena kehidupan yang hadir didepan kening membawa masalah yang  paradoksal, sehingga sulit dipahami.Nilai-nilai lama tidak kredibel lagi untuk menjawab persoalan, sementara nilai-nilai baru belum dipahami.    Tiap individu  sebagai anggota masyarakat tidak mampu lagi menunjukkan solidaritas,  saling percaya, kepatuhan, komitmen dan perilaku altruistik lainnya. Kepercayaan antar anggota masyarakat sangat rendah, sehingga kehidupan social ditandai saling curiga, saling menyalahkan dan mudah terprovokasi. Kondisi ini dapat membawa Indonesia pada titik kehancuran .

Untuk  memperkuat  Ketahanan  Pribadi , maka  perlu  dilakukan tidak saja pendekatan   psikologis tetapi diperlukan pula pendekatan ideologis. Secara ideologis kita bangsa Indonesia telah menempatkan Wawasan Kebangsaan sebagai cara pandang  kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s