BAGAIMANA MENUMPAS KORUPSI ?

Korupsi semakin hari semakin merajalela di Indonesia. Perbuatan korupsi telah merasuki lapisan pemerintahan, bisnis dan masyarakat. Perilaku koruptif bangsa ini sangat sulit mengubahnya. Korupsi merupakan keserakahan yang dilakukan oleh pegawai atau pejabat Negara dengan cara menjual kewenangan yang dimilikinya karena jabatan atau posisinya.

Menurut Thomas Lickona (1992) korupsi merupakan suatu bentuk demoralisasi yang sangat parah, karena tidak hanya merusak individu dan lingkungan social, tetapi juga melawan nilai dan norma hukum. Semakin meluasnya korupsi di berbagai kalangan menunjukan betapa tumpulnya hukum di negeri ini. Masalah korupsi yang membelit bangsa ini kiranya sudah perlu diakhiri.

Kenapa korupsi bisa terjadi ?

Korupsi berakar dari perilaku masyarakat Indonesia juga. Sejak Orde Baru masyarakat kita telah menjadi masyarakat materialistis . Para pejabat dituntut harus kaya, punya mobil mewah, punya banyak rumah, berpenampilan perlente dan tuntutan lain yang memenuhi citra orang sukses. Penampilan fisik sering dijadikan ukuran kepribadian seseorang.

Disisi lain, korupsi tidak dilihat sebagai sebuah kejahatan moral, karena tidak ada sanksi social yang jelas terhadap koruptor. Bahkan sumbangan social dari koruptor dibanggakan oleh masyarakat.

Bila dibandingkan perilaku masyarakat kita dengan masyarakat di di Negara maju terlihat beberapa perbedaan yang menyolok. Masyarakat maju taat hukum secara rasional, respek terhadap Ham, respek terhadap alam dan memiliki social care yang tinggi.

Bagaimana dengan kita ?

Dewasa ini , setelah Reformasi dilakukan dalam segala bidang kehidupan, terjadi konflik dan silang pendapat ”dikalangan elite ” negeri ini tanpa sebab-sebab yang jelas. Tidak ada pemimpin yang disegani. Para pemimpin hanya lihai bersilat lidah dan berpura-pura wisdom tanpa keteladanan yang memadai.

Dalam kondisi ini, terjadi amok massa dan bentrok antar warga. Gusur menggusur dan gugat menggugat serta bongkar membongkar kasus telah menjadi berita setiap hari. Jegal-jegalan dalam politik , menebar fitnah dan buruk sangka telah menjadi hal biasa. Kehidupan bangsa sedang berlangsung tanpa pedoman dan tidak ada keteladanan dalam etika dan politik.

Kondisi ini tampaknya sulit berubah. Sekalipun rakyat mengeluh dan menghendaki perubahan tetapi para petinggi birokrasi, pemuka politik dan pebisnis yang menguasai pusat-pusat kekuasaan di negeri ini belum siap berubah. Mereka belum yakin kalau jujur bisa mencapai jabatan puncak. Mereka juga tidak yakin kompetisi yang fair dalam bisnis bisa menghasilkan keuntungan. Sumber-sumber halal tidak mungkin menghasilkan dana politik yang cukup. Bagi mereka yang sedang menikmati kekuasaan, mana mungkin mau melakukan perubahan.

Siapa yang dapat melakukan perubahan di negeri ini?

Kata teori : masyarakat kelas menengah bisa melakukan perubahan . Menurut teori masyarakat kelas menengah lahir karena mendapat pencerahan melalui pendidikan dan nilai-nilai kearifan, sehingga mampu memancarkan fajar budinya kepada masyarakat yang lemah dan dilemahkan oleh struktur dan kultur . Pancaran fajar budi itu mewujud dalam solidaritas social dan solidaritas kebangsaan.

Tapi, dapatkah kelas menengah Indonesia diharapkan untuk perubahan ? Kelas menengah kita lahir dari para pejabat Negara, karena mereka mendapat kesempatan memiliki modal kultural, simbolis dan modal ekonomis. Sejak era Orba hingga dewasa ini, masyarakat kelas menengah kita sesungguhnya sudah cukup banyak jumlahnya, tetapi kelas menengah ini tidak mampu memancarkan fajar budi kepada masyarakat lemah.

BAGAIMANA MENUMPAS KORUPSI ?

 

One thought on “BAGAIMANA MENUMPAS KORUPSI ?

  1. korupsi bisa diberantas, terutama bila sekitar 70% jamaah masjid2 yg tak hafal terjemahan faatihah dijadikan hafal.
    dg Qs fushshilat 41:44, menunjukkan sekitar 70% jamaah masjid2 tak hafal terjemahan faatihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s