Kekerasan terhadap perempuan

Ketika mendengar berita bahwa TKW Indonesia di luar negeri menjadi korban penyiksaan para majikannya,seperti berita baru-baru ini mengenai Sumiati yang digunting mulutnya oleh majikannya, melahirkan rasa prihatin yang mendalam. Niat bekerja di luar negeri untuk memperbaiki gizi keluarga, tapi penyiksaan diluar batas kemanusiaan yang diperoleh. Sekalipun banyak penganiayaan yang diderita para TKW, namun minat untuk bekerja di luar negeri tidak kunjung surut, bahkan makin meningkat. Hal ini disebabkan oleh karena tidak adanya lapangan kerja yang tersedia di dalam negeri.

Kalau dicermati secara dalam, sesungguhnya penyiksaan terhadap perempuan tidak hanya terjadi pada TKW di luar negeri. Pembantu rumah tangga di dalam negeri banyak yang tidak luput dari penyiksaan majikannya. Bahkan penganiayaan terhadap perempuan di rumah tangga oleh suami terhadap isterinya, bapak terhadap anak perempuannya terus terjadi sepanjang waktu. Kekerasan berbasis gender ini sungguh menyedihkan.

Sesungguhnya, Undang –Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) telah lama diundangkan. Namun akar-akar kekerasan terhadap perempuan masih kelihatan tumbuh. Kekerasan dalam rumah tangga seperti pemukulan suami terhadap isteri,pemaksaan poligami, inses dan lain-lainnya masih saja berlangsung. Sementara itu, institusi-institusi masyarakat maupun institusi negara masih ada yang bias gender, sehingga sosialisasi undang-undang ini belum meluas dan penanganan terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga ini belum sebagaimana mestinya.

Sebagai manusia, perempuan mendambakan perlakuan adil dari sesamanya serta terbebas dari perlakuan kekerasan oleh siapapun. Eksistensi perempuan memerlukan pengakuan, penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasinya. Kekerasan berbasis gender seperti perkosaan, kekerasan domestik, pelecehan seksual dan pembunuhan merupakan masalah serius yang masih dihadapi perempuan hingga dewasa ini.

Kekerasan terhadap perempuan seringkali tidak terlihat, karena tertutup oleh berbagai faktor, seperti faktor ideologi, politik, ekonomi dan budaya. Karena itu dapat dikatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan kepanjangan alamiah dari tata nilai patriarkhi yang memandang perempuan sebagai subordinat laki-laki.

Dari berbagai kajian tentang perempuan, terlihat bahwa kaum perempuan sudah lama mengalami kekerasan dalam segala bidang kehidupan . Berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan telah memperburuk kondisi kehidupan perempuan dan menghambat kemajuan perempuan. Bermacam usaha telah lama diperjuangkan untuk melindungi perempuan dari tindak kekerasan, namun dewasa ini hasilnya masih belum signifikan.

Melalui media ini dihimbau,

Wahai Para perempuan bangkitlah,

Kembangkan diri, kembangkan potensi,

Hanya diri yang kuat yang dapat mengatasi berbagai kekerasan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s